A New York Times notable book An International Bestseller A Carnegie Medal Nominee Para tentara menerobos masuk ke gubuk kami sambil mengacungkan senapan ... menyuruh kami berdiri dan menunggu di luar gubuk. Kami mulai berbaris lambat sambil menyeret barang-barang kami. Sebuah truk besar terparkir di dekat kantor. Komandan berdiri di beranda bersama seorang perwira yang tak kukenal. Mereka mulai meneriakkan nama-nama sesuai urutan abjad. Orang-orang naik ke bagian belakang truk. Aku menatap Andrius. Matanya menemukan mataku. Aku akan menjumpaimu, katanya. Aku tidak mengeluarkan satu suara pun. Namun, untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, aku menangis. Air mata menyembul dari rongga mata kering dan mengaliri pipiku dalam satu aliran cepat. Aku berpaling. Kami berjalan menuju truk dan naik ke dalamnya. Aku menunduk memandang Andrius. Mesin menyala dan meraung. Aku melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat tinggal. Bibir Andrius membentuk kata-kata Aku akan menjumpaimu. Dia mengangguk sebagai penegasan. Aku membalas anggukannya. Namun, aku ragu dia akan menemukanku, andai dia tahu ke mana tentara NKVD akan membawa kami.[Mizan, Noura Books, Novel, Romantis, Internasional, Best Seller]
Was ist bookie?
- Gratis Lieferung in Deutschland
- Finde Bücher die zu dir passen
- Tracke dein Leseverhalten und setze dir Ziele
- Connecte dich mit anderen Leser*innen
Between Shades of Gray
von Ruta Sepetys
A New York Times notable book An International Bestseller A Carnegie Medal Nominee Para tentara menerobos masuk ke gubuk kami sambil mengacungkan senapan ... menyuruh kami berdiri dan menunggu di luar gubuk. Kami mulai berbaris lambat sambil menyeret barang-barang kami. Sebuah truk besar terparkir di dekat kantor. Komandan berdiri di beranda bersama seorang perwira yang tak kukenal. Mereka mulai meneriakkan nama-nama sesuai urutan abjad. Orang-orang naik ke bagian belakang truk. Aku menatap Andrius. Matanya menemukan mataku. Aku akan menjumpaimu, katanya. Aku tidak mengeluarkan satu suara pun. Namun, untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, aku menangis. Air mata menyembul dari rongga mata kering dan mengaliri pipiku dalam satu aliran cepat. Aku berpaling. Kami berjalan menuju truk dan naik ke dalamnya. Aku menunduk memandang Andrius. Mesin menyala dan meraung. Aku melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat tinggal. Bibir Andrius membentuk kata-kata Aku akan menjumpaimu. Dia mengangguk sebagai penegasan. Aku membalas anggukannya. Namun, aku ragu dia akan menemukanku, andai dia tahu ke mana tentara NKVD akan membawa kami.[Mizan, Noura Books, Novel, Romantis, Internasional, Best Seller]
Hier sind noch keine Rezensionen vorhanden.